Subhanallah! Inilah Bukti Kebenaran Al-Qur’an dalam Sudut Pandang Ilmu Astronomi

Assalamualaikum.
Al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan kitab terakhir dan diturunkan kepada Nabi dan rasul terakhir yaitu Muhammad SAW. Kitab suci Al-Qur’an diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk atau pedoman hidup untuk semua orang di muka bumi ini. Berbeda dengan nabi dan rasul lainnya yang diturunkan sebagai utusan bagi suaatu kaum saja. Hal inilah yang menyebabkan mengapa sampai saat ini Al-Qur’an tidak pernah berubah dan 100% dijaga keasliannya oleh Allah. Berbeda dengan kitab-kitab sebelumnya yang banyak sudah dirubah oleh manusia. Allah berfirman dalam QS. Al-Hijr:9 yang artinya “Sesungguhnya kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya”. Ayat tersebut membuktikan bahwa kemurnian Al-Qur’an sudah dijamin oleh Allah sehingga sampai saat ini Al-Qur’an tidak pernah berubah.

Selain menjaga kemurnian Al-Qur’an, Allah juga memberi tanda-tanda kebesarannya dalam Al-Qur’an yang ilmu pengetahuan saat ini membuktikan kebenarannya. Banyak penemuan-penemuan saat ini yang baru terbukti kebenarannya dan penemuan tersebut ternyata sudah termuat dalam Al-Qur’an sekitar 1400 tahun yang lalu. Allah berfirman dalam QS. Fussilat:53 yang artinya “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. tidaklah cukup bahwa sesungguhnya tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”.

Mungkin banyak sekali ilmi pengetahuan yang bertentangan dengan Al-Qur’an, namun semua yang bertentangan itu masih berupa teori yang belum tentu terbukti kebenarannya. Misalnya saja teori Evolusi yang dikemukakan oleh Charles Darwin yang mengatakan bahwa manusia berasal dari evolusi kera. Pada zaman saat ini, para ilmuan banyak yang berpendapat bahwa tidak mungkin manusia merupakan hasil evolusi dari kera karena beberapa faktor yang tidak sama antara manusia dan kera misalnya DNA. Bahkan sampai saat ini, tidak ada satu bukupun yang isinya tentang Fakta Evolusi, semua buku berisikan hanya Teori Evolusi.

Namun, banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menceritakan tentang ilmu pengetahuan dan sampai saat ini ayat tersebut telah terbukti kebenarannya oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Misalnya dalam bidang Astronomi. Astronomi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang benda-benda di luar angkasa seperti bintang, planet, komet, nebula, galaksi dan sebagainya serta fenomena alam yang terjadi di luar angkasa (di luar atmosfer bumi). Berikut beberapa bukti kebenaran Al-Qur’an dalam sudut pandang Ilmu Astronomi.

Big Bang (Ledakan Besar)

Big Bang merupakan sebuah fenomena alam tentang bagaimana terbentuknya alam semesta ini. Big Bang merupakan salah satu teori yang paling terkenal dan masuk akal sehingga bisa diterima oleh masyarakat ilmuan saat ini. Adalah  Abbe Georges Lemaitre, yang pertama kali menemukan teori ini pada tahun 1920-an. Menurutnya, alam semesta ini awalnya berasal dari gumpalan superatom yang berbentuk bola api kecil dengan ukuran sangat kecil. Gumpalan ini memiliki massa jenis yang sangat tinggi dengan suhu sekitar 1 triliun derajat celsius. Gumpalan superatom inilah yang nantinya meledak dan memuntahkan alam semesta. Pada tahun 1948 George Gamov mengembangkan sebuah perhitungan. Ia mengemukakan bahwa jika alam semesta terjadi karena sebuah ledakan besar, maka di alam semesta ini seharusnya ada sisa radiasi dari ledakan tersebut. Perhitungan ini juga didukung oleh ilmuwan lainnya seperti Ralph Alpher dan Robert Herman. Dan akhirnya pada tahun 1965, dua peneliti yang bernama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan gelombang radiasi tersebut. Radiasi tersebut diberinama Radiasi Dasar Gelombang Mikrokosmik, dimana radiasi ini tersebar di alam semesta secara rata ke semua arah. Hingga akhirnya Arno Penzias dan Robert Wilson mendapatkan penghargaan berupa nobel sebagai orang pertama yang membuktikan kebenaran Teori Big Bang dengan percobaan.
Lalu bagaimana dengan Al-Qur’an? Al-Qur’an diturunkan sekitar 1400 tahun yang lalu, sedangkan Teori Big Bang sendiri baru dikemukakan pada tahun 1920-an atau sekitar 96 tahun yang lalu. Teori Big Bang ini sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an yaitu dalam QS. Al-Anbiya:30 yang artinya “Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara keduanya....”. Kata-kata kami pisahkan antara keduanya merujuk terhadap teori Big Bang ini. Jadi makna dari ayat ini adalah dahulu alam semesta ini adalah suatu yang padu (suatu nebula utama) dan akhirnya terpisah yang menyebabkan adanya galaksi, bintang, planet dan lain-lain yang ada pada saat ini.

Alam Semesta yang Selalu Meluas
 
Alam semesta yang selalu meluas sebenarnya merujuk pada teori Big Bang. Akibat ledakan besar yang mengakibatkan alam semesta selalu meluas, hal ini dibuktikan dengan keadaan galaksi-galaksi yang ada di alam semesta ini yang selalu bergerak menjauh. Yaitu Alexander Friedmann pada awal abad ke-20 menemukan bahwa alam semesta mengembang. Fakta tersebut semakin ditegaskan melalui teleskop oleh Edwin Hubble, astronom Amerika yang menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak atau saling menjauh.
Ternyata, lagi-lagi informasi ini juga lebih dulu disebutkan di dalam Al-Qur’an yaitu dalam QS. Adzariat:47 yang artinya “Dan langit itu kami bangun dengan kekuasaan (kami) dan sesungguhnya kami benar-benar meluaskannya”. Jadi menurut Al-Qur’an bahwa alam semesta ini selalu meluas/ mengembang dan inilah merupakan kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

Matahari Berotasi
 
Ilmu pengetahuan zaman dulu mengatakan bahwa matahari itu tidak bergerak. Namun Al-Qur’an yang diturunkan sekitar 1400 tahun yang lalu menyebutkan bahwa bumi dan matahari itu bergerak dan berotasi pada sumbunya. Adalah pada QS. Al-Anbiya:33 yang artinya “Dan dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya”. Kata arab yang digunakan di dalam ayat tersebut adalah Yasbahun yang menggambarkan dari pergerakan dari tubuh yang bergerak. Karena mengacu pada sebuah benda angkasa itu berarti bergerak dan mengelilingi sumbu rotasinya, jadi Al-Qur’an mengatakan bahwa matahari dan bulan bergerak sekaligus mengitari sumbu rotasinya. Alhamdulillah, apa yang baru saja ilmu pengetahuan buktikan baru ini sudah disebutkan dalam Al-Qur’an sekitar 1400 tahun yang lalu.

Subhanallah! Sungguh besar kuasa Allah. Ayat-ayat tersebut membuktikan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci semua umat manusia yang murni keasliannya tanpa ada campur tangan manusia. Bukan hanya dalam bidang Astronomi, tapi dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan lainnya Al-Qur’an juga terbukti kebenarannya. Misalnya dalam bidang kelautan, fisika, biologi, embriologi dan sebagainya. Dan insya allah semua bidang-bidang tersebut akan saya bagikan di postingan selanjutnya. Tapi perlu diingat bahwa seperti yang pernah dikatakan oleh Dr. Zakir Naik, Al-Qur’an bukanlah ilmu pengetahuan, dia adalah buku tentang tanda, dia buku tentang ayat-ayat dan disana ada 6000 tanda ayat dalam Al-Qur’an yang agung yang di dalamnya ada lebih dari 1000 uraian tentang ilmu pengetahuan.

Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan mengenai Bukti Kebenaran Al-Qur’an dalam Sudut Pandang Ilmu Astronomi, dilain waktu insya allah saya akan share artikel tentang bukti kebenaran Al-Qur’an dalam bidang lainnya. Jika ada pertanyaan silahkan anda ajukan di kolom komentar, dan insya allah saya akan membalasnya sesuai dengan kemampuan saya. Saya ucapkan terimakasih. Wassalamualaikum....


Previous
Next Post »