Assalamualaikum...
Siapa yang tidak kenal
Dr. Zakir Naik, seorang ulama asal India yang telah mengislamkan ribuan orang dalam
ceramah dan dialognya. Dr. Zakir Naik adalah ulama pembanding agama yang
merupakan murid dari Ahmed Deedat dan bisa dibilang sebagai penerusnya. Dr.
Zakir Naik merupakan salah satu ulama tercerdas di dunia, bahkan orang
tercerdas di dunia, hal ini dikarenakan beliau memiliki hafalan yang sangat
luar biasa. Dr. Zakir Naik mampu menghafal Al-qur’an, Hadits Shahih, Injil,
Wedha, Triptaka, dan kitab suci agama lainnya. Dengan kemampuan menghafal ini,
membuatnya tidak bisa ditipu oleh non muslim yang sedang bertanya ataupun
berdialog dengannya.
Baca juga: Dr. Zakir Naik: Jika Menyembah Berhala itu Dilarang, Mengapa Umat Muslim Shalat Menghadap Batu Hitam (Ka’bah)?
Baca juga: Dr. Zakir Naik: Jika Menyembah Berhala itu Dilarang, Mengapa Umat Muslim Shalat Menghadap Batu Hitam (Ka’bah)?
Ceramah Dr. Zakir Naik
tidak hanya sebatas di India saja, tapi juga di luar India. Contohnya saja saat
dia datang ke Amerika, Inggris, Indonesia, Malaysia, dan negara lain yang
bertujuan untuk membangkitkan kembali dasar-dasar penting islam dimana
kebanyakan orang islam kurang menyadarinya, selain itu ceramahnya juga
bertujuan untuk menjawab atas kesalahpahaman non muslim terhadap Islam. Dr.
Zakir Naik juga mendirikan sebuah stasiun televisi yang bernama “Peace TV”
untuk mempermudahnya dalam berdakwah.
Dalam setiap ceramah
Dr. Zakir Naik, selalu dihadiri oleh ribuan audiens baik itu orang muslim
ataupun non muslim yang berasal dari India maupun dari luar India. Audiens ini
terutama non muslim sengaja hadir untuk melihat langsung ceramah dari Dr. Zakir
Naik yang tak sedikit untuk bertanya tentang Islam dan agama lain dimana mereka
masih belum memahaminya. Bahkan ada juga yang hadir hanya sekedar menguji Dr.
Zakir Naik dan mengajaknya untuk berdebat.
Dalam suatu ceramahnya,
Dr. Zakir Naik pernah menyinggung tentang Ateis, yaitu kelompok orang yang
tidak percaya akan adanya tuhan. Bahkan ada juga orang ateis yang pernah
langsung bertanya kepadanya. Ini merupakan hal yang menarik bagi saya, karena
dengan cara Dr. Zakir naik ini, kita bisa menerapkan kepada para ateis di
sekitar kita sehingga ateis tersebut akhirnya percaya terhadap tuhan. Maka dari
itu, di sini saya akan berbagi sedikit tentang Cara Menghadapi Seorang Ateis atau Orang Yang Tidak Percaya dengan
Tuhan Versi Dr. Zakir Naik, sehingga anda tidak bingung lagi saat
berhadapan dengan seorang ateis. Mungkin cara ini bisa anda terapkan sambil
berdakwah dengan mengenalkan Islam, karena dengan menerapkan hal ini serta
menunjukan keajaiban Al-qur’an, maka orang ateis tersebut bisa yakin dengan
adanya tuhan dan mendekatkan dirinya kepada Islam, yaitu satu-satunya agama
yang diridhoi Allah.
Jika anda sedang
berhadapan dengan seorang ateis, maka anda harus bertanya kepadanya mengapa dia
tidak percaya dengan keberadaan tuhan. Mungkin jawabannya akan berbeda-beda,
seperti tuhan itu tidak nyata (tidak terlihat), tuhan itu bisa dikalahkan,
tuhan itu bisa mati, dan lain sebagainya. Kemudian, tanyakan kembali kepada
orang ateis tersebut dengan pertanyaan yang sederhana yaitu “Jika seandainya
ada peralatan yang tidak pernah seorangpun melihatnya, dan jika peralatan
tersebut dibawakan kepadamu, siapakah orang pertama yang dapat memberitahumu
cara kerja alat itu?”. Pasti ateis tersebut akan sedikit berpikir dan menjawab
bahwa yang dapat memberitahunya cara kerja alat tersebut adalah Penciptanya,
Pembuatnya, Produsennya, atau dengan jawaban lain yang hampir sama artinya.
Nah, saat itu anda dapat membuktikan keberadaan tuhan atau sang pencipta alam
semesta ini sekaligus berdakwah.
Lalu, apalagi yang
harus anda katakan? Yang harus anda katakan adalah “Bagaimana alam semesta ini
bisa ada/ eksis?”, mungkin dia akan menjawab bahwa alam semesta ini berawal
dari suatu nebula utama yang akhirnya terpisah dan disebut dengan Ledakan Big
Bang sehingga terbentuklah galaksi, planet, bumi, matahari, dan lain-lain.
Kemudian tanyakan lagi “Kapan manusia baru bisa mengetahui penciptaan jagat
raya yang disebut Big Bang ini?”. Dia
akan memberitahumu sekitar 50 atau 40 tahun yang lalu. Katakan lagi kepadanya
“Hal yang kau sebut Big Bang ini sudah disebutkan dalam Al-qur’an sekitar 1.400
tahun yang lalu, yaitu dalam QS. Al-anbiyya:30 dimana Allah berfirman ‘Apakah
orang kafir tidak mengetahui, bahwasanya langit dan bumi dahulunya itu suatu
yang padu, dan kami pisahkan antara keduanya’. Apa yang kau sebut Big Bang ini,
sudah ada dulu di dalam Al-qur’an, lalu siapakah yang menyebutkan ini di dalam
Al-qur’an?”. Bisa saja dia menjawab “Mungkin itu seorang yang mengarangnya
secara kebetulan saja”. Jika seperti itu, tidak masalah jangan ajak dia
berdebat, teruskan dengan pertanyaan lain.
Lanjut ke pertanyaan
selanjutnya, yaitu “Apakah bentuk bumi?” maka dia akan menjawab bahwa bumi itu
bulat namun tidak sempurna (bulat telur/ oval/ geo-spherical). Kemudian katakan
kepadanya “Orang zaman dulu percaya bahwa bumi itu datar, baru pada tahun 1577
ketika Francis Drake berkeliling dunia, dia membuktikan bahwa bumi itu bulat.
Namun Al-qur’an lebih dahulu memberitahu dalam QS Naazi’aat:30 bahwa bumi itu
berbentuk bulat. Kata dhahaha memiliki makna dihamparkan dan makna lain berasal
dari arab duya yang artinya telur (telur unta) yang berbentuk geo-spherical.
Bayangkan, Al-qur’an telah menyebutkan bahwa bentuk bumi itu geo-spherical pada
1.400 tahun yang lalu. Siapakah yang bisa menyebutkan hal itu?”. Mungkin saja
dia akan menjawab “Ah, nabimu adalah orang yang cerdas”. Jangan ajak berdebat,
lanjutkan saja beri dia pertanyaan.
Pertanyaan selanjutnya,
bisa anda bisa anda cari ayat yang terbukti kebenarannya, misalnya tentang
matahari itu berotasi, tentang air tawar dan air asin yang tidak bisa menyatu,
tentang segala makhluk hidup tercipta dari air, dan lain-lain sehingga ateis
tersebut terdiam dan bisa menerima bahwa Islam itu benar. Atau anda bisa
melihat videonya langsung dimana Dr. Zakir Naik ceramah tentang hal tersebut di
bawah ini:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar