Assalamualaikum...
Islam merupakan agama
yang melarang umatnya untuk membuat gambaran tentang tuhan, membuat patung
tuhan untuk disembah atau dalam kata lain adalah melarang umatnya untuk
menyembah berhala. Hal tersebut dilarang karena merupakan perbuatan
menyekutukan allah yang termasuk dalam dosa besar/ syirik. Larangan
mempersekutukan Allah terdapat dalam beberapa tepat di dalam Al-qur’an seperti
dalam QS An-Nisa ayat 36 dimana allah berfirman “Sembahlah Allah dan jangan
kamu memperekutukannya dengan sesuatupun”, QS. Yunus ayat 106 “Dan janganlah
kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat
kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), maka
sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”, QS. Al-Maidah
ayat 72 “...Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah,
maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka,
tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun”, QS. An-Nisa ayat
116-117 “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu)
dengan dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapapun yang di
kehendaki-nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka
sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. Yang mereka sembah selain Allah
itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka
tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka”, dan masih banyak ayat-ayat
di dalam Al-qur’an lainnya yang melarang mempersekutukan Allah.
Baca juga: Inilah Cara Menghadapi Seorang Ateis atau Orang Yang Tidak Percaya dengan Tuhan Versi Dr. Zakir Naik
Jika Islam melarang
umat muslim untuk menyembah berhala, lalu mengapa shalat menghadap ke batu
hitam (Ka’bah)? Mungkin pertanyaan itu sering ditayakan oleh non-muslim kepada
kita (muslim). Dalam ceramah Dr. ZakirNaik saja, pertanyaan tersebut adalah pertanyaan umum yang sering diajukan
oleh non-muslim. Dimana non-muslim tersebut beranggapan bahwa shalat menghadap
Ka’bah berarti umat muslim telah menyembah sama seperti berhala. Namun,
sebenarnya hal itu tidak benar. berikut jawaban Dr. Zakir Naik mengenai hal
ini:
Tidak ada satu muslim pun
yang menyembah Ka’bah saat shalat. Kiblat merupakan petunjuk arah atau bisa
dikatakan sebagai kiblat. Kita sebagai umat muslim percaya pada kesatuan.
Misalnya seseorang ingin shalat di sini, sebagian orang berkata “Mari kita
menghadap utara”, sebagian berkata “Mari menghadap selatan”, sebagian berkata
“barat”, sebagian lagi berkata “timur”, hal ini untuk persatuan. Dalam
Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 144 Allah berfirman “Dimana saja kamu berada,
palingkanlah mukamu ke arah Ka’bah”. Jadi Ka’bah adalah kiblat, petunjuk arah.
Jadi umat muslim shalat menghadap ke sana tapi tidak seorang pun menyembah
Ka’bah.
Umat muslim merupakan
penemu peta dunia. Dan Al-Idrusi pada tahun 1154 menggambar peta dunia, utara
di bawah, selatan di atas dan Ka’bah berada di tengah-tengahnya. Kartografer
Barat datang dan mereka membalikkan petanya, utara di atas, selatan di bawah.
Namun tetap saja Ka’bah di tengah. Jadi jika umat muslim di utara maka shalat
menghadap ke selatan, jika umat muslim di selatan maka shalat menghadap ke
utara, jika di timur maka shalat menghadap ke barat, jika di barat maka shalat
menghadap ke timur.
Lebih jauh, jika
non-muslim masih mempunyai keraguan, dan jika mereka membaca hadits, disebutkan
dalam Shahih Bukhari vol. 2, kitab Haji, bab 56, hadits 675, Umar r.a yang
merupakan khalifah kedua Islam dia berkata “Batu hitam ini (Hajar Aswad) tidak
dapat menguntungkanku atau mencelakakanku. Hanya karena Rasulullah mengecupnya
maka aku mengecupnya”. Pernyataan ini berarti batu hitam tersebut tidak dapat mencelakakan
siapapun, atau menguntungkan siapapun, cukup untuk membuktikan bahwa umat
Muslim tidak menyembah Ka’bah.
Lebih jauh lagi, di
zaman Rasulullah, ada para Sahabat Rasulullah yang berdiri di atas Ka’bah dan
beradzan. Tidak ada penyembah berhala yang rela dan berani berdiri di atas
berhala yang disembahnya. Membuktikan bahwa tidak ada muslim yang menyembah
Ka’bah, ini hanya petunjuk arah (Kiblat).
Jadi, dari pernyataan
Dr. Zakir Naik di atas, dapat disimpulkan bahwa: Ka’bah merupakan petunjuk arah
(kiblat) sebagai persatuan umat muslim sedunia. Tidak ada satu muslim pun yang
menyembahnya. Hal ini dibuktikan dengan perkataan Umar r.a yang merupakan
khalifah kedua islam bahwa Batu Hitam (Hajar Aswad) tidak menguntungkan atau
merugikan seorang pun, hanya karena Rasulullah mengecupnya, maka beliau juga
mengecupnya. Selain itu, di zaman Rasulullah, para sahabat Rasulullah sering
berdiri di atas Ka’bah untuk beradzan, dan tidak ada satu penyembah berhala pun
yang berani berdiri di atas berhala yang disembahnya.
Semoga artikel ini bisa
memberikan hidayah kepada anda yang membaca. Jangan lupa share artikel ini ke
teman anda sehingga semua orang bisa tahu, terimakasih. Wassalamualaikum...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar