Minggu, 23 Oktober 2016

Dr. Zakir Naik: Jika Menyembah Berhala itu Dilarang, Mengapa Umat Muslim Shalat Menghadap Batu Hitam (Ka’bah)?



Assalamualaikum...
Islam merupakan agama yang melarang umatnya untuk membuat gambaran tentang tuhan, membuat patung tuhan untuk disembah atau dalam kata lain adalah melarang umatnya untuk menyembah berhala. Hal tersebut dilarang karena merupakan perbuatan menyekutukan allah yang termasuk dalam dosa besar/ syirik. Larangan mempersekutukan Allah terdapat dalam beberapa tepat di dalam Al-qur’an seperti dalam QS An-Nisa ayat 36 dimana allah berfirman “Sembahlah Allah dan jangan kamu memperekutukannya dengan sesuatupun”, QS. Yunus ayat 106 “Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim”, QS. Al-Maidah ayat 72 “...Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun”, QS. An-Nisa ayat 116-117 “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapapun yang di kehendaki-nya. Barang siapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka”, dan masih banyak ayat-ayat di dalam Al-qur’an lainnya yang melarang mempersekutukan Allah.


Jika Islam melarang umat muslim untuk menyembah berhala, lalu mengapa shalat menghadap ke batu hitam (Ka’bah)? Mungkin pertanyaan itu sering ditayakan oleh non-muslim kepada kita (muslim). Dalam ceramah Dr. ZakirNaik saja, pertanyaan tersebut adalah pertanyaan umum yang sering diajukan oleh non-muslim. Dimana non-muslim tersebut beranggapan bahwa shalat menghadap Ka’bah berarti umat muslim telah menyembah sama seperti berhala. Namun, sebenarnya hal itu tidak benar. berikut jawaban Dr. Zakir Naik mengenai hal ini:

Tidak ada satu muslim pun yang menyembah Ka’bah saat shalat. Kiblat merupakan petunjuk arah atau bisa dikatakan sebagai kiblat. Kita sebagai umat muslim percaya pada kesatuan. Misalnya seseorang ingin shalat di sini, sebagian orang berkata “Mari kita menghadap utara”, sebagian berkata “Mari menghadap selatan”, sebagian berkata “barat”, sebagian lagi berkata “timur”, hal ini untuk persatuan. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 144 Allah berfirman “Dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arah Ka’bah”. Jadi Ka’bah adalah kiblat, petunjuk arah. Jadi umat muslim shalat menghadap ke sana tapi tidak seorang pun menyembah Ka’bah.

Umat muslim merupakan penemu peta dunia. Dan Al-Idrusi pada tahun 1154 menggambar peta dunia, utara di bawah, selatan di atas dan Ka’bah berada di tengah-tengahnya. Kartografer Barat datang dan mereka membalikkan petanya, utara di atas, selatan di bawah. Namun tetap saja Ka’bah di tengah. Jadi jika umat muslim di utara maka shalat menghadap ke selatan, jika umat muslim di selatan maka shalat menghadap ke utara, jika di timur maka shalat menghadap ke barat, jika di barat maka shalat menghadap ke timur.

Lebih jauh, jika non-muslim masih mempunyai keraguan, dan jika mereka membaca hadits, disebutkan dalam Shahih Bukhari vol. 2, kitab Haji, bab 56, hadits 675, Umar r.a yang merupakan khalifah kedua Islam dia berkata “Batu hitam ini (Hajar Aswad) tidak dapat menguntungkanku atau mencelakakanku. Hanya karena Rasulullah mengecupnya maka aku mengecupnya”. Pernyataan ini berarti batu hitam tersebut tidak dapat mencelakakan siapapun, atau menguntungkan siapapun, cukup untuk membuktikan bahwa umat Muslim tidak menyembah Ka’bah.

Lebih jauh lagi, di zaman Rasulullah, ada para Sahabat Rasulullah yang berdiri di atas Ka’bah dan beradzan. Tidak ada penyembah berhala yang rela dan berani berdiri di atas berhala yang disembahnya. Membuktikan bahwa tidak ada muslim yang menyembah Ka’bah, ini hanya petunjuk arah (Kiblat).

Jadi, dari pernyataan Dr. Zakir Naik di atas, dapat disimpulkan bahwa: Ka’bah merupakan petunjuk arah (kiblat) sebagai persatuan umat muslim sedunia. Tidak ada satu muslim pun yang menyembahnya. Hal ini dibuktikan dengan perkataan Umar r.a yang merupakan khalifah kedua islam bahwa Batu Hitam (Hajar Aswad) tidak menguntungkan atau merugikan seorang pun, hanya karena Rasulullah mengecupnya, maka beliau juga mengecupnya. Selain itu, di zaman Rasulullah, para sahabat Rasulullah sering berdiri di atas Ka’bah untuk beradzan, dan tidak ada satu penyembah berhala pun yang berani berdiri di atas berhala yang disembahnya.


Semoga artikel ini bisa memberikan hidayah kepada anda yang membaca. Jangan lupa share artikel ini ke teman anda sehingga semua orang bisa tahu, terimakasih. Wassalamualaikum...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar